Kurikulum

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
Pada awal tahun 2006, Universitas Hasanuddin dalam pencanangan Citra Unhas 2010 menetapkan perubahan dari system pengajaran ke pembelajaran (from teaching to Learning) dengan pendekatan “pembelajaran berorientasi mahasiswa” (Student Centre Learning – SCL). Sejak saat itu, FKM mempersiapkan penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) kedua program studi. Pada Oktober 2007, dilakukan lokakarya Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan beberapa hasil penting yang harus dilaksanakan yaitu:

Jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) kedua Program Studi diturunkan dari standar minimal 144 SKS sampai maksimal 152 SKS menjadi minimal 140 sampai 144 SKS. Penurunan ini untuk menghindari pengulangan mata kuliah dengan substansi materi yang sama.
Penetapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Gizi seperti penyajian pada tabel berikut.
Seluruh Mata kuliah harus memiliki Rencana Pembelajaran pada bulan November 2007, dengan format (1) Deskripsi singkat M.K., (2) Kompetensi Mata Kuliah terdiri dari kompetensi utama, kompetensi penunjang dan kompetensi institusional, (3) materi pembelajaran, (4) bentuk pembelajaran, (5) kompetensi akhir sesi pembelajaran, (6) indikator pembelajaran, (7) boto presentse setiap sesi pembelajaran.
Pada Januari 2008, dilaksanakan pembentukan Unit Manajemen Edukasi dengan tugas utama melakukan “mapping” dan “cluster” seluruh mata kuliah untuk dasar pembuatan modul dan bahan pembelajaran.
Pada awal tahun ajaran 2008/2009 seluruh modul dan bahan pembelajaran telah selesai untuk dipergunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *