Unhas Kukuhkan Dua Guru Besar FKM

Unhas kembali mengukuhkan guru besarnya. Kali ini dua Guru Besar asal Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dikukuhkan melalui Rapat Senat Luar Biasa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Dwia Aries Tina selaku Ketua Senat di Ruang Senat lt.2 Rektorat Unhas, Rabu (4/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Profesor Tamu di FKM Unhas dari Northern Illinois University, Prof. Tomoyuki Shibata, Ph.d. Adapun kedua guru besar tersebut yakni Prof. Dr. dr. Buraerah H Abdul Hakim, M.Sc. dari bidang Ilmu Kesehatan Reproduksi dan Keluarga serta Prof. Dr. dr. H. Muhammad Syafar,M.S dari bidang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Muh Syafar resmi menerima jabatan guru besarnya setelah menyampaikan pidato dengan judul Strategi Promosi Kesehatan Merupakan Kebutuhan Masyarakat dalam Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis (TB).

Melalui pidatonya, Muh Syafar menyampaikan bahwa strategi promosi kesehatan adalah salah satu pendekatan sosial yang tidak sulit, dapat dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Pemahaman promosi kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam penanganan kesehatan dirinya dan penanganan penurunan angka kesakitan dan kematian penyakit tuberkulosis. Selain itu penanggulangan

TB merupakan kewajiban manusia untuk mencegah kemungkaran.

“Promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan,sikap dan perilaku pencegahan tuberculosis tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan yang berkaitan dengan penyakit tuberculosis,”ungkapnya.

Sedangkan Buraerah menyampaikan pidato Guru Besarnya dengan judul Upaya Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Kanker Leher Rahim.

Melalui pidatonya, Buraerah menyampaikan 6 (enam) penyebab kanker leher rahim yang dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok yakni, Pertama jumlah pasangan seksual dan virus HPV, Kedua, umur pertama melakukan hubungan seksual, umur pertama melahirkan, pemakaian kontrasepsi jangka panjang dan paritas. Dan ketiga yakni merokok.

“Merokok merupakan penyebab terbesar kanker leher rahim baik penderita sendiri yang merokok ataupun menjadi perokok pasif. Dengan merokok berarti para suami memberikan oleh-oleh kepada istri bahan karsinogen yang termasuk sangat kuat yang nantinya bisa berpotensi menimbulkan kanker leher rahim,” katanya. (Humas)

Lepas Sambut Jabatan Rektor Universitas Hasanuddin

Lepas sambut jabatan Rektor Universitas Hasanuddin dari Prof. dr. Idrus A. Paturusi (2006/20014) ke Prof. Dr. Dwia Aries Tina sebagai rektor baru di Baruga AP. Pettarani, Rabu (7/5).

Pada acara lepas sambut tersebut dimeriahkan oleh Paduan Suara Mahasiswa dengan membawakan lagu dan tarian daerah, pembacaan puisi oleh Udin Palisuri, serta duet ambo-indo dari komunitas pantun Unhas.

Acara ini juga turut dihadiri mantan Rektor Unhas Prof Basri Hasanuddin, Kapolda Sulselbar Irjen Pol. Burhanuddin Andi, Pangdam VII Wirabuana Majyen TNI Bachtiar, Rektor Universitas Bosowa 45 Prof Saleh Pallu, Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar, para pimpinan bank dan sivitas akademika serta mahasiswa Unhas.

“Saya percaya ditangan rektor yang baru dapat membawa Unhas menjadi terdepan dalam bidang pendidikan dan juga mampu mengukir sejarah sebagai rektor perempuan pertama di Unhas,” ungkap Idrus A. Paturusi Rektor Unhas periode 2006/2014.

Sementara itu, Dwia mengungkapkan kebanggaannya bisa memimpin Unhas lima tahun mendatang dan mengajak semua pihak untuk bersama memajukan Unhas menjadi perguruan tinggi ternama baik skala nasional maupun internasional.